Mengenal Polusi Cahaya
Mengenal Polusi Cahaya
Beberapa waktu yang lalu, tepatnya
ketika awal semester tiga kami ditugaskan untuk mengarang. Temanya tentang
jurnalis, musik dan lingkungan. Saya pun memilih tema lingkungan. Pada saat
berfikir akan menuliskan tema lingkungan apa, saya akhirnya mencoba mencari
tema-tema yang dekat dengan lingkungan sekitar dan bisa diamati dengan baik,
hingga akhirnya saya menemukan sebuah penelitian tentang masalah polusi cahaya.
Saya merasa tertarik dengan tema tersebut, dan saya mulai mempejari apa itu
polusi cahaya. Saya pun merasa tertarik dan merasa bahwa polusi yang satu ini
butuh perhatian. Maka saya pun akhirnya mengambil tema polusi cahaya. Berikut akan
saya jelaskan tentang polusi cahaya.
Mungkin banyak dari kita yang belum mengenal polusi cahaya. Padahal
polusi cahaya merupakan salah satu bentuk polusi yang berbahaya untuk
lingkungan. Definisi dari polusi cahaya adalah dampak buruk akibat cahaya
buatan manusia. Polusi cahaya biasanya berarti intensitas cahaya yang terlalu
besar. Polusi cahaya juga menunjukkan terangnya langit malam dikarenakan sumber
cahaya menumpuk di udara dan berhamburan di atmosfer. Beberapa spesies termasuk
tumbuhan dan manusia mengalami dampak dari polusi cahaya. Polusi cahaya juga
menyebabkan terganggungnya astronom dalam mengamati langit malam, dikarenakan
benda-benda langit tidak bisa terlihat karena cahaya dari bumi. Itu sebabnya
mengapa jarang kita lihat bintang-bintang di langit seperti dulu.
Polusi cahaya adalah efek samping dari industrialisasi. Polusi
cahaya ini sendiri berasal dari pencahayaan eksterior dan interior bangunan,
papan iklan, properti komersial, kantor, pabrik, lampu jalan dan stadion.
Polusi cahaya paling parah terjadi di wilayah yang telah terindustrialisasi
dengan kepadatan penduduk di Amerika Utara, Eropa dan Jepang. Serta kota-kota
utara di Timur Tengah dan Afrika Utara.
Polusi cahaya ini tentunya berdampak negatif dalam keberlangsungan
hidup. Terlebih terhadap hewan dan manusia. Dampak terhadap hewan contohnya
seperti; burung yang bermigrasi menggunakan bintang dan bulan sebagai alat
navigasi, akibat adanya polusi cahaya mereka tidak dapat bermigrasi ke tempat
yang tepat. Penyu laut juga tidak datang ke pantai untuk bertelur seperti
biasanya dikarenakan takut dengan cahaya. Bahkan banyak juga burung dan
serangga malam yang mati dikarenakan mereka kepanasan dan terpanggang karena
tingginya cahaya malam. Ada juga yang buta dan tersesat. Dalam satu tahun
54.750 insekta mati dikarenakan mereka buta dan terpanggang karena suhu dan
cahaya malam yang tinggi.
Sedangkan dampaknya terhadap manusia yaitu terganggunya pola tidur.
Terlebih pada saat malam, suhu udara yang tinggi ditambah dengan cahaya yang
terus menyala menyebabkan terganggunya sistem kinerja otak dan juga hormon.
Hingga yang terjadi otak tidak bisa beristirahat dan menyebabkan seseorang
tidak bisa lelap ketika tidur. Tujuan utama untuk tidur yaitu untuk mendapatkan
kesegaran dan menghilangkan penat, namun karena polusi cahaya justru
menyebabkan seseorang merasa capek dan lesu ketika terbangun dari tidur.
Ilmu pengetahuan juga terkena dampak dari polusi cahaya ini. Para
astronom tidak bisa mengamati dan menemukan obyek di angkasa dikarenakan
terlalu banyak cahaya yang menutupi langit malam.
Melihat banyaknya dampak yang muncul dikarenakan polusi cahaya ini,
tentunya diperlukan pencegahan. Langkah-langkah yang bisa kita gunakan untuk
mencegah atau mengurangi tingkat polusi cahaya adalah; mengurangi pencahayaan
di jalan-jalan, mengurangi penggunaan papan iklan dan properti komersial yang
menghabiskan energi cukup besar. Di samping itu mematikan lampu ruangan kantor
ketika sudah pagi, tidak menyalankannya hingga siang. Menghindari penggunaan
energi yang berlebihan seperti mematikan lampu kamar ketika tidur, lampu kamar
mandi dan juga lampu ruang tamu. Tidak lupa penggunaan lampu sorot juga
memberikan sumbangsih terhadap polusi cahaya, maka mengurangi penggunaannya pun
sangat membantu dalam mengurangi intensitas cahaya.
Tentu kita tidak ingin melihat hewan-hewan malam mati dan tersesat
hanya karena cahaya yang kita gunakan terlalu berlebihan. Meski pun kita kini
hidup dalam peradaban yang canggih dan serba modern, namun bukan hanya manusia
yang tinggal di dunia ini. Namun ada hewan dan tumbuhan yang membutuhkan ruang
untuk hidup dan berkembang. Jangan sampai kemajuan yang kita gunakan justru
merugikan makhluk lain dan kembali merugikan kita sendiri. Cintai lingkungan seperti
kita mencintai diri kita sendiri.



Komentar
Posting Komentar