Terimakasih untuk diri yang berani berjuang...
by : Kuku
Untuk semua kalimat, paragraf, kata, apa pun itu, aku ingin berterima kasih padamu. perjuangan yang tidak pernah berhenti. kau begitu setia menemani, membersamai di saat jatuh dan naik. di saat terluka dan bahagia. di saat aku merasa tak mampu dan tak sanggup lagi menghadapi perjalanan, kau membantu untuk menguatkan. meneguhkan langkah-langkah kecil untuk sekali lagi menjalani apapun yang terjadi di depan saat ini..
rasanya begitu cepat kau tumbuh. begitu cepat kau menjadi dewasa. rasanya baru kemarin kita bersama bermain boneka dan membaca buku favoritku, "kecapi di kaki bukit." aku saja terkejut ketika menyadari usiaku sudah kepala dua saat ini. apakah kau juga terkejut? ku harap tidak..
Hei.. hari-hari kini semakin berubah. keadaan di sekitar rumah juga berubah. kalau dulu banyak sawah dan tanah lapang yang kita jumpai. kini hanya tinggal beberapa saja yang kau temukan. tapi satu yang tidak berubah, aroma masakan ibu yang mengepul di langit-langit dapur. tidak itu saja, bahkan sampai masuk ke kamarku. aromanya tidak pernah berubah dari dulu. makanan sederhana yang entah mengapa selalu mengundang rasa lapar. oh iya, apa kau juga ingat setiap pulang sekolah dulu, kita selalu bersama membca buku komik dragon ball? komik shin chan, doraemon, sampai buku kumpulan cerpen. berbagai macam majalah kita kumpulkan, kita pilih cerita yang paling menarik. kemudian kita mencoba menjawab semua soal-soal laihan. amboi.. senangnya ketika kita bisa menjawab dengan benar (ketika kita melihat kunci jawaban di lembar terakhir majalah).
Waktu memang berlari..
Dan kini kita sama-sama berada di posisi sekarang ini. menjadi bagian dari masyarakat. kita sudah bisa mengambil alih juga berperan aktif dalam berbagai hal. kita bukan lagi penonton, tapi kita sudah bisa menjadi idola, tokoh, seseorang. kini semua mimpi mungkin sudah tercapai. kini kita tinggal merencanakan langkah apalagi yang akan kita ambil. apa lagi yang ingin kita raih. mana lagi yang akan dituju. jalan untuk kemana saja sekarang sudah terbuka lebar. kita tidak lagi berandai-andai. kesempatan sudah terbuka lebar untuk kita. apa yang kita inginkan sudah diberi kemudahan.
Tanpa sadar, ketika menatap banyak mata, mencoba berdiskusi dengan banyak pikiran, aku semakin banyak merenung dan berpikir. betapa sudah jauh langkah kau menemaniku. betapa sudah banyak jalan yang kita lewati bersama. berapa banyak cerita yang sudah kita ciptakan. dan aku sama sekali tidak pernah membayangkan bahwa perjalananku denganmu akan semenarik itu. sungguh tidak pernah ku bayangkan.. aku selalu ingin menjadi seseorang yang bisa menikmati diriku sendiri. menikmati setiap perjalanan yang ku hadapi. bahkan mencoba memecahkan masalah yang berada tepat di hadapanku. namun sekali lagi aku salah. aku tidak bisa sejauh itu tanpamu. aku bisa melewati semua ini berkatmu juga. hingga aku berada di posisi saat ini. dan aku bersyukur. sungguh sangat bersyukur...
untuk kiki. ya, diriku sendiri. terimakasih sudah membersamai. terimakasih karena kau aku bisa menantang diriku sendiri. aku bisa sedewasa sekarang berkat kau. berkat kau yang tidak pernah lelah dan berhenti menegur, menerima kekurangan, bahkan menjadikan diriku sebaik dan setegar sekarang ini. terimakasih diriku. terimakasih untuk segalanya...
Lombok, 24 Oktober 2018
di sela-sela istirahat mengajar
*imagesource: google

Komentar
Posting Komentar