Postingan

(tentang) dunia pendidikan kita

Gambar
https://www.google.com/search "....karena pendidikan layak bagi siapa pun" tidak ditampikkan, bahwa pendidikan merupakan salah satu pilar yang sangat penting untuk kehidupan manusia. karena melalui pendidikan, seseorang mampu memahami kehidupan itu sendiri. tidak dipungkiri pula, bahwa pendidikan adalah salah satu hal dasar yang harus dimiliki oleh manusia.  pendidikan adalah hak setiap manusia. siapapun mereka, darimana pun asalnya, tetaplah pendidikan merupakan hak dasar manusia, layaknya hak untuk hidup. melihat pendidikan saat ini, terlebih di Indonesia, jujur membuatku miris. di sepanjang perjalananku menempuh pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak, SD, SMP, SMA, hingga saat ini menjadi mahasiswa, jarang aku melihat "pendidikan" yang seutuhnya. yang saya maksud dengan pendidikan seutuhnya di sini adalah, semakin tinggi tingkatan sekolah, semakin aku merasakan pendidikan seolah hanya dijejalkan  saja di dalam kepalaku. mungkin di antara semua tingk...

terselip rasa cemburu di sudut hati

kesukaanku membaca blog teman-teman, membuatku merasa senang dikarenakan banyak pelajaran dan nasehat berharga yang bisa aku dapatkan dari mereka. motivasi, nasehat, pemikiran, ide, serta banyak hal lainnya yang mampu memberikan spirit dalam diri ini. setidaknya aku bisa tersenyum kecil ketika membaca kalimat demi kalimat dalam goresan tangan mereka. ada rasa rindu yang membuncah ketika membaca tulisan mereka. rindu untuk bertemu kembali dengan mereka. membicarakan hal-hal yang sedang booming  dan berbagi ide serta solusi, seperti apa jalan  yang bisa kita lakukan untuk memulai sebuah pembaruan.  meskipun beberapa dari blog teman-teman, ada yang belum aku kenal. namun bagiku siapa saja bisa menjadi teman, sahabat bahkan saudara. terkadang itu yang membuatku ingin terus berkenalan dan bercakap dengan mereka. ingin mengetahui dunia mereka. ingin tahu, apa isi pikiran mereka, hehe :D  apa sih yang menjadi kegelisahan mereka hingga bisa menulis dengan begitu inda...

who is SHE ???

dari dulu teringat terus dengan salah seorang figur  yang menjadi salah satu ispirasiku. dia berbeda, berbeda dengan kebanyakan orang lain. ia sangat rajin, sangat sangat rajin. entah itu membaca, menulis, bahkan belajar. she is different. after i knew, kalau aku tidak lagi bakal satu sekolah dengannya. (kita flash back ke masa SMP).  seperti seorang secret admirer, aku selalu mencuri pandang. melihatnya belajar dari kejauhan, berbicara dengan temannya, bahkan bagaimana ia belajar. i like her style . membuatku menjadi tergerak melakukan hal-hal yang positif. ingin sekali belajar dengannya, berbagi buku bacaan yang ia suka, atau sama-sama menulis. kita bisa berbagi tema tulisan, tentunya itu sangat menarik, pikirku . but semuanya berbeda. semuaya menjadi jauh dari harapan. dia memang baik, namun sepertinya aku menemukan kesulitan untuk berkomunikasi dengannya. entahlah mungkin aku yang salah atau tidak tau bagaimana cara memulai, hingga aku hanya bisa diam dan memendam rasa...

sebuah perjalanan awal

k ali ini aku ingin bercerita, tentang perasaan, mimpi, harapan dan cita-cita. terkadang kita sering menuliskan mimpi-mimpi dan harapan dalam sebuah catatan kecil. kemudian menyimpannya hingga kita terlupa bahwa pernah ada sebuah tulisan kecil, tentang masa depan. berbagai hal ingin kita jalani, lalu kita tulis dan (sambil) tersenyum sendiri ketika melihat tulisan-tulisan itu. ada rasa optimis yang membuncah ketika kita menuliskannya. ada semacam semangat yang tidak terkira, entah datangnya darimana, namun itulah yang ku sebut dengan ‘perjalanan awal’. karna tanpa kita sadari, tulisan itu merupakan desain mimpi, jalan untuk menempuh apa yang kita inginkan. langkah awal untuk menjalani sesuatu yang dituliskan itu.  kata orang, langkah awal adalah langkah yang paling berat. aku setuju dengan hal itu. ketika kita menuliskan mimpi dan cita-cita, sesaat setelah semangat itu datang, khawatir dan takut  mungkin  bisa datang. pun dalam prosesnya. khawatir apakah terwuj...

cerita di penghujung tahun

aku tidak pernah memikirkan akan melewati malam tahun baru di tempat yang berbeda. aku berfikir akan melewatinya di tempat yang sama. tapi sepertinya jalanku beralih. kalau dulu melewati tahun baru sendiri, bertemankan buku-buku, tv, just it. nggak ada teman, semua teman-teman kos malah pada keluar. tentunya dengan teman-teman dekat mereka. so nggak mungkin banget aku tiba-tiba jalan di antara mereka, yang ada aku malah dikira anak hilang^^ sepi.. hanya bisa mendengar suara petasan dan terompet dari dalam kamar. di luar hujan, dingin dan benar-benar hening di samping kamar kos. sedih tentu aku rasakan, teringat akan malam-malam yang aku lewati bersama keluarga di malam tahun baru. aku emang nggak pernah keluar malam, karna bapak nggak pernah ngizinin. tapi aku senang, karna kami merayakannya di rumah. makan bareng, nonton, bahkan bercanda bareng. suasana rumah jadi terasa begitu hangat. dan itu yang benar-benar aku rindukan, saat itu..  tapi kini, aku tidak perlu merasa sen...

sepi...

terkadang kita selalu merasa bahwa kita sendiri. bahkan mungkin ada yang tidak bisa memahami perasaan kita. sepi selalu datang dengan kekosongannya yang membuat hati menjadi terasa begitu gamang, hingga membuat kita merasa bahwa ada yang kurang dan berbeda dengan hati dan perasaan kita. sepi.. sepi mungkin adalah salah satu kata yang tepat untuk menyatakan bahwa kita sendiri. kita sendiri dengan ketidaktahuan dari tingkah laku dan sikap kita. hingga akhirnya kita paham bahwa sendiri itu terkadang menyakitkan.  namun aku belajar, bahwa sendiri tidak selamanya buruk. sendiri juga bukan berarti bahwa kita hanya satu-satunya yang merasakan sakit dan luka. padahal di luar sana, banyak sekali orang-orang yang sakit, merana, bahkan putus asa. aku selalu berharap, sendiri tidak membunuhku..  seringkali aku bertanya, apakah aku sudah melakukan sesuatu dengan tepat ? apakah aku sudah menempatkan sesuatu dengan tepat ? apakah aku sudah berperilaku dengan tepat ? entahlah...... a...

baca

"Baca.."        Gggggrrrrrrrggggbbrrrr !!!!!! suara petir seolah memecah keheningan desa. Langit menumpahkan airnya tidak terkira seperti sedang marah. Tanah pun basah dan becek. Pohon-pohon ikut basah, terayun-ayun oleh angin yang juga ikut mengiringi suara hujan yang begitu deras. Penduduk pun enggan keluar, memilih untuk tidur di bawah hangatnya dekapan selimut.             “Budi, Wawan, sudah selesaikan PR kalian ? kalau sudah, kemari sini bersama Bapak. Jangan ganggu ibumu. Ia sedang menyiapkan makan untuk nanti malam. Nah, kemari sini duduk”.             Seorang bapak sekitar 50 tahunan duduk di ruang tamu sambil memegang sebuah buku usang, memanggil anak-anaknya yang baru saja menyelesaikan PR. Laki-laki itu biasa dipanggil penduduk kampung dengan nama Pak Pardi. Ia seorang petani yang sangat tekun dan ramah. Tidak pernah rasanya pak Pardi ter...